Rabu, 30 November 2011

KAMI BUTUH PENGESAHAN RUU KEPERAWATAN





Perawat adalah profesi yang mulia, dimana dibutuhkan ketelatenan, ketelitian, kesabaran, dan juga ketegasan dalam menjalani tugasnya. Cinta dan kasih, empati serta simpati selalu tertuang dalam setiap tindakan yang diberikan sebagai bentuk pelayanan kesehatan. Perawat bekerja konkret dengan sikap dan juga cinta yang diam. Profesi inilah yang mengetahui kondisi pasien pertama kali, melakukan tugas sesuai arahan dokter, dan perawatlah yang mengurusi kebutuhan keseharian pasien.

Tepat pada tanggal 12 Mei 1974, Dewan Perawat International atau International Council of Nurses (ICN) telah ditetapkan hari tersebut sebagai pemrakarsa Hari Perawat Internatioal. Dimana Hari Perawat International tersebut ditujukan untuk memberi kesempatan memperingati hari para perawat seantero dunia dan kontribusinya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Seluruh perawat di dunia bersuka cita karena pada hari itulah mereka diingat, seluruh mahasiswa Ilmu Keperawatan bersorak dan turun ke jalan untuk membagikan mawar putih sebagai tanda suci dan mulianya tugas perawat. Perawat menjadi profesi yang selalu dibutuhkan, lapangan pekerjaan mereka menjadi sangat jelas, dan perawat merupakan penghuni paling banyak di rumah sakit besar.

Tetapi, mengapa perawat belum memiliki perlindungan hukum?

Definisi perawat menurut UU RI No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan.

Pendidikan perawat sangat banyak di Indonesia, negeri dan swasta, Akper maupun Sekolah tinggi ilmu kesehatan, D-III hingga S-3, itu membuktikan bahwa mereka mampu dan berkompetensi dalam menjalankan tugasnya. Jumlah perawat secara keseluruhan juga mendominasi jumlah tenaga kesehatan yang ada di Indonesia sekitar 60 %, dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif, dan advokatif.

Indonesia merupakan tiga dari 10 anggota ASEAN yang belum memiliki UU Keperawatan bersama Laos dan Vietnam. Perawat sudah bekerja dengan begitu maksimal, keras dan tanpa mengenal lelah. Profesi ini juga memberikan pelayanan di desa-desa tertinggal, pulau-pulau terluar, dan daerah perbatasan. Namun hingga saat ini perawat belum terlindungi dari berbagai risiko dan tuntutan hukum.

Kami hanya meminta RUU Keperawatan disahkan. Isi RUU Keperawatan itu antara lain lingkup kewenangan perawat, sistem registrasi dan lisensi perawat, kehidupan profesional perawat serta lembaga yang menaungi perawat. Harapannya, dengan disahkan RUU Keperawatan ini posisi perawat akan semakin kuat di ranah hukum di Indonesia.

Keperawatan tidak hanya aksesori dalam peraturan terkait tenaga kesehatan, melainkan perlu secara khusus. Pengaturan keperawatan tersebut tidak hanya praktik tetapi juga pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan. Profesi keperawatan berbeda dari tenaga kesehatan lainnya lantaran sudah ada standar praktik, kode etik, dan sistem pendidikan tinggi keperawatan hingga program doktor.

Bila DPR tidak serius dalam membahas RUU Keperawatan, maka profesi ini sangatlah dirugikan, karena tidak adanya hukum yang melindungi dan tidak adanya lembaga yang menaungi profesi keperawatan. Kami sudah melaksanakan kewajiban kami dalam bertugas, seyogyanyalah kami meminta hak kami. Saya harap tidak akan ada mogok masal seluruh perawat di Indonesia hanya karena kami meminta keadilan dalam pembagian hak kami.

Jadi, bagaimana Bapak/Ibu wakil rakyat ?

“The Nurse knew that those who really love, love in silence, with deeds and not with words.” (Carlos Ruis Zafon)

Minggu, 27 November 2011

Proses Terjadinya Jatuh Cinta


Pernahkah anda merasa sangat bahagia seperti di awang-awang saat jatuh cinta dengan seseorang? Atau merasa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut dan dada ketika orang yang anda sukai mengungkapkan kata cinta?

Semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Cinta mungkin sebuah misteri yang bisa datang secara tiba-tiba dan terkadang tidak sanggup bagi kita untuk mengontrolnya. Orang yang dimabuk cinta kerap kali terlihat tidak jauh beda dari orang dengan gangguan jiwa. Namun tahukah anda ada bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk menciptakan ketertarikan pada seseorang?

Menurut Domeena Renshaw dari Universitas Loyola,
"ketika jatuh cinta, aliran darah ke pusat otak akan meningkat. Peningkatan aliran darah tersebut terjadi di bagian otak yang juga bertanggung jawab saat orang mengalami kecanduan obat.


Ketertarikan terhadap seseorang terjadi karena secara tidak sadar kita menyukai gen mereka. Bau tubuh seseorang juga memainkan peranan penting untuk menarik perhatian lawan jenis. Kita menyukai orang dengan penampilan dan bau yang hampir mirip dengan orangtua kita.

Menurut peneliti dari Universitas Rutgers di New Jersey, Helen Fisher, terdapat TIGA FASE dalam tubuh yang dapat menciptakan ketertarikan terhadap seseorang.

'Lust' adalah fase pertama di mana terdapat gairah seksual yang dimunculkan oleh hormon testosteron dan estrogen ketika melihat penampilan seseorang. Pria tidak memiliki hormon esterogen, sedangkan wanita memiliki hormon esterogen dan testosteron dalam jumlah kecil.





Kedua, fase 'Attraction' di mana kita akan merasa tergila-gila oleh pasangan sehingga tidak dapat memikirkan hal lain. Pada fase ini, darah akan mengalir ke pusat otak dan mengatur rasa bahagia ketika kita merasakan hal yang luar biasa dari pasangan. Kelompok saraf penghantar seperti dopamine, adrenalin, norepinepherine, serotonin, yang biasa disebut monoamines juga memainkan peran penting dopamine bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia dan bahkan sering membuat kita terlihat lebih cantik saat jatuh cinta. Dopamine juga mengakibatkan jantung berdetak tiga kali lebih cepat, mengalirkan darah lebih banyak ke daerah pipi dan organ seksual .


Pengalihan aliran darah ini mengakibatkan perut terasa kosong sehingga seringkali saat kita jatuh cinta, kita merasakan kupu-kupu dalam perut kita.

Adrenalin dan norepinephrine bertanggung jawab dalam menciptakan debar-debar pada jantung, kegelisahan, dan kesenangan tiada tara saat merasakan cinta. Serotonin adalah zat yang membuat otak bekerja tidak jauh beda dari kerja otak orang dengan gangguan jiwa.

Ketika memasuki sebuah komitmen dalam hubungan percintaan, berarti orang tersebut memasuki fase di mana terjadi ikatan yang menjaga hubungan hingga bertahun-tahun. Pada fase ini, hormon oksitoksin dan vasopressin yang dilepaskan oleh sistem saraf ini berperan sangat penting. Ini adalah gambar vasopressin.




Oksitoksin dilepaskan oleh kelenjar hypothalamus saat kelahiran dan juga membantu produksi asi yang membuat adanya ikatan antara ibu dan anak. Namun dalam hal ini, hormon oksitoksin juga dilepaskan ketika dua orang dewasa mengalami orgasme saat berhubungan intim. Jadi, semakin sering pasangan melakukan hubungan intim maka akan semakin kuat ikatan yang terjalin. Vasopressin adalah hormon pengendali ikatan jangka panjang pada mamalia


Hal ini menjelaskan bahwa cinta tidak hanya sekadar panah asmara yang menusuk hati kita, namun lebih karena peran otak, darah, hormon-hormon, dan zat kimia lain pada tubuh.